Pengelolaan Air Limbah Restoran

Monday, December 29, 2014

Air Limbah Restoran

Usaha kuliner masih digemari dan kemunculan tempat makan baru dengan berbagai menu maupun tema unik masih marak. Bagi Anda yang berencana terjun ke bisnis ini, jangan melupakan pengelolaan air limbahnya. Sebagai gambaran, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan air limbah di restoran/tempat makan yang dikutip dari situs milik pemerintah Australia Selatan.

1. Bak cuci piring hanya digunakan untuk mencuci piring dan perabot makan/masak

Bak cucian piring bukanlah tempat sampah. Sisa makanan atau bahan masakan sebaiknya dibuang ke tempat sampah terlebih dahulu sebelum perabot kotor dicuci. Mungkin banyak dari kita yang terbiasa membuang sisa makanan ke dalam tempat cuci piring. Padahal selain dapat menyumbat saluran air buangan, sisa makanan juga dapat menambah beban pengolahan mulai dari zat organik, nutrien, minyak, lemak, dan lainnya.

2. Tidak membuang sisa minyak ke bak cuci piring

Pada temperatur yang rendah (seperti di dalam saluran air) minyak dapat membeku sehingga dapat menyumbat saluran air kotor.

3. Menghemat penggunaan air

Melakukan penghematan air selain menekan biaya operasional juga berarti meminimasi debit air limbah. Pada saat mencuci piring misalnya, tidak membiarkan keran air mengalir saat tidak digunakan. Untuk melumerkan bahan makanan beku juga sebaiknya tidak dilakukan dengan air mengalir. Bagi restoran yang menggunakan mesin pencuci piring sebaiknya menunggu hingga mesin penuh sebelum digunakan. Dengan kata lain tidak menggunakan mesin hanya untuk mencuci beberapa perabot makan saja. Untuk membersihkan lantai sebaiknya dengan cara disapu atau dipel dan bukan disiram.

4. Memasang unit pengolahan pendahuluan

Selain menghindari terlalu tingginya beban pengolahan, pemasangan unit-unit pengolahan pendahuluan juga dapat menghindari tersumbatnya saluran penyalur air limbah. Unit pengolahan pendahuluan yang digunakan misalnya perangkap lemak dan padatan. Padatan yang dimaksud terutama adalah sisa-sisa makanan yang tidak ikut terbuang ke tempat sampah. Untuk hal ini dapat digunakan perangkap berupa saringan dengan ukuran bukaan maksimum 2 mm yang dipasang di outlet bak cuci piring. Saringan dibersihkan sedikitnya satu kali sehari untuk menghindari sumbatan dan bau tak sedap. Setelah melewati saringan tersebut air dari bak cuci piring sebaiknya melewati perangkap lemak terlebih dahulu sebelum diteruskan ke saluran penyalur air limbah.

5. Memperhatikan aliran air yang masuk ke saluran buangan

Pada saat menggunakan bak cuci piring aliran air sebaiknya dijaga agar tidak terlalu deras (misalnya dengan menghindari penggunaan sprayer atau membuka keran terlalu besar). Apabila aliran terlalu deras maka sampah dapat terdorong dan menyumbat saluran air.

6. Menghindari temperatur tinggi

Setelah selesai merebus bahan makanan, ada kalanya air rebusan harus dibuang. Jangan langsung membuang air yang masih panas ke dalam saluran air buangan. Temperatur yang tinggi dapat melarutkan lemak sehingga sulit untuk dipisahkan (terutama bagi yang menggunakan unit perangkap lemak).

 

Tags: Proses Anarob

Please reload

Featured Posts

Proses Anaerob

December 27, 2014

1/3
Please reload

Recent Posts

December 29, 2014

December 27, 2014

December 27, 2014

December 27, 2014

Please reload

Archive

Please reload

Search By Tags

Please reload

Follow Us

  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square